Perbedaan Hydraulic Hose SAE 100 R1, R2, R6, 4SP, 4SH, R15
Dalam sistem hidrolik, memilih hose hanya berdasarkan ukuran bukanlah cara yang aman. Setiap tipe hydraulic hose memiliki konstruksi, tekanan kerja, fleksibilitas, dan aplikasi yang berbeda. Tiga tipe yang sering dicari adalah SAE 100 R1, SAE 100 R2, dan SAE 100 R6, SAE 100 R15, DIN EN 856 4SP, DIN EN 856 4SH.
SAE 100 R1 (1 Kawat)
R1 umumnya menggunakan satu lapis steel wire braid. Tipe ini cocok untuk aplikasi tekanan menengah pada mesin industri, hydraulic line tertentu, dan kebutuhan yang tidak memerlukan tekanan ekstrem.
SAE 100 R2 (2 Kawat)
R2 menggunakan dua lapis steel wire braid sehingga lebih kuat dibanding R1. Tipe ini umum dipakai pada alat berat, excavator, loader, crane, dan mesin dengan tekanan kerja lebih tinggi.
SAE 100 R6 (Benang)
R6 biasanya digunakan untuk low pressure atau return line. Karena konstruksinya berbeda, R6 tidak boleh dipakai untuk menggantikan hose tekanan tinggi seperti R1 atau R2.
SAE 100 R15 (6 Kawat)
R15 menggunakan 6 lapis steel wire spiral sehingga lebih kuat dibanding 4SH. Tipe ini umum dipakai pada alat berat besar, excavator, loader, crane, mesin tambang dan sistem hidrolik yang membutuhkan daya tahan ekstrem terhadap getaran, kondisi kerja, dan tekanan kerja sangat tinggi hingga 6000psi.
DIN EN 856 4SP / DIN EN 856 4SH (4 Kawat)
4SP atau 4SH menggunakan 4 lapis steel wire spiral. Tipe ini banyak digunakan untuk alat berat kecil dan medium, excavator, loader, crane, mesin tambang dan sistem hidrolik high pressure.
Cara memilih
Perhatikan tekanan kerja, diameter, suhu, media oli, bending radius, fitting, dan ruang instalasi. Jika ragu, bawa contoh hose lama atau data mesin agar rekomendasi lebih tepat.
Butuh hydraulic hose R1, R2, R6, 4SP, 4SH, R15, fitting, ferrule, atau crimping? Hubungi Graha Selang untuk konsultasi spesifikasi.



